Jika ditanya sosok perempuan yang menginspirasi dalam hidup saya, beberapa sosok seperti ibu kartini, guru-guru saya, hingga tokoh nasional dan artis-artis yang sedang populer sekarang otomatis bermunculan seperti layanan pop up message yang tanpa kita minta berlompatan keluar dalam kepala. Namun diantara sosok-sosok yang berseliweran di dalam kepala saya itu ada satu sosok yang membuat saya tak bisa mengelak untuk menyebut namanya. Saya tidak takut dan malu dikatakan jawaban saya itu klise atau jawaban normatif yang kerap orang lain jawab juga untuk pertanyaan yang sama.
Sosok wanita inspiratif(dalam hidup saya) ini tidak terkenal. Kecantikannya hanya mampu disadari oleh beberapa orang yang kenal dekat dengannya. Pendidikannya yang tidak sampai ke jenjang perguruan tinggi tidak membuatnya berpikiran sempit dan mengukur segalanya dengan materi. Justru karena kekurangannya itu, dia bertekat mendedikasikan hidupnya untuk ketiga orang putrinya supaya mendapatkan pendidikan setinggi mungkin. Tidak seorangpun tahu perjuangannya seorang diri menyeberang pulau dan bekerja di sebuah perkebunan sawit yang dikelilingi hutan lebat. Setiap hari di pagi buta, ia membuang jauh rasa takutnya akan binatang buas menyusuri jalan setapak menuju tempat kerjanya. Tak jarang ia harus lari terbirit-birit karena mendengar lolongan anjing hutan liar.
Semua itu hanya satu pengorbanan kecilnya. Jika ditulis satu persatu perjuangannya, maka akan sangat panjang hingga dapat dibukukan mencoba sebuah novel. Semua pengorbanan yang hasilnya bukan untuk dirinya. Dan wanita itu saya sebut sebagai ibu.
#jejakcinta
#kamaksara
#giveawayjejakcinta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar